Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran
SMPN 01 Baturaja Timur
T.P 2013/2014
Mata
Pelajaran : IPA/Fisika
Kelas/Semester : VII/I
Topik
Materi : IPA dan Pengukuran
Materi
Pokok : Pengukuran Dasar (Jangka sorong,mikrometer sekrup,dan neraca ohaus)
Alokasi
Waktu : 6 x 40 menit
a.
Tujuan Pembelajaran :
a.
Nilai-nilai
karakter (sikap)
o Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan
dari semua aspek kehidupan
o
Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki
rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung
jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam
aktivitas sehari-hari
o
Disiplin : Tertib dan patuh pada berbagai
ketentuan dan peraturan
o
Jujur : Selalu dapat dipercaya dalam perkataan,tindakan,dan
pekerjaan
o
Bertanggung jawab dan Toleransi :
Menjalankan tugas dan kewajiban yang seharusnya di lakukan sebagai siswa
o
Menghargai pendapat dan mampu memberikan
penghargaan kepada orang lain dalam aktivitas sehari-hari
b.
Akademik
(pengetahuan)
o
Siswa dapat menjelaskan pengertian
pengukuran
o
Siswa dapat memahami jenis-jenis
pengukuran
o
Siswa dapat memahami fungsi pengukuran
o
Siswa dapat memahami perbedaan satuan
baku dan tak baku
o
Siswa dapat menjelaskan pentingnya
satuan baku
o
Siswa dapat melakukan pengukuran dengan
tepat dan teliti
o
Siswa dapat melakukan konversi satuan
dalam SI dengan
memanfaatkan nilai awalannya
c.
Keterampilan
o
Mampu menggunakan alat ukur jangka
sorong dengan tepat dan teliti
o
Mampu menggunakan alat ukur mikrometer
sekrup dengan tepat dan teliti
o
Mampu menggunakan alat ukur neraca ohaus
dengan tepat dan teliti
b.
Kompetensi Dasar :
2.1 Menunjukkan
perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan
peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari
3.1 Memahami
konsep pengukuran berbagai besaran yang ada pada diri, makhluk hidup, dan
lingkungan fisik sekitar sebagai bagian dari observasi, serta pentingnya
perumusan satuan terstandar (baku) dalam pengukuran
4.1 Menyajikan
hasil pengukuran terhadap besaran-besaran pada diri, makhluk hidup, dan
lingkungan fisik dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku
c.
Indikator Pencapaian Pembelajaran :
1. Siswa
dapat menjelaskan pengertian pengukuran dalam fisika
2. Siswa
dapat menjelaskan fungsi pengukuran dalam fisika
3. Siswa
dapat memahami jenis-jenis pengukuran dalam fisika
4. Siswa
dapat menjelaskan pengertian satuan baku dan tidak baku
5. Siswa
dapat menjelaskan perbedaan satuan baku dan tidak baku
6. Siswa
dapat mengklasifikasikan hasil pengukuran benda-benda yang ada disekitar dengan
menggunakan satuan baku dan tidak baku
7. Siswa
dapat melakukan prosedur penggunaan jangka sorong dengan teliti dan sistematis
8. Siswa
dapat melakukan prosedur penggunaan mikrometer sekrup dengan teliti dan
sistematis
9. Siswa
dapat melakukan prosedur penggunaan neraca ohaus dengan teliti dan sistematis
10. Siswa
dapat menggunakan jangka sorong dengan tepat dan teliti sebagai alat ukur
panjang
11. Siswa
dapat menggunakan mikrometer sekrup dengan tepat dan teliti sebagai alat ukur
panjang
12. Siswa
dapat menggunakan neraca ohaus dengan tepat dan teliti sebagai alat ukur massa
13. Siswa
dapat menemtukan hasil pengukuran dengan jujur dan tepat
14. Siswa
dapat mengkonversi satuan yang didapat kedalam satuan SI
15. Siswa
dapat menarik kesimpulan tentang konsep penggunaan alat ukur kedalam kehidupan
sehari-hari
d.
Materi Pembelajaran
Pengukuran Besaran Fisika
Pengukuran adalah
membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai
satuan.Pengukuran berfungsi untuk memberikan besaran pada objek yang diukur
dengan hasil ukur berupa data kuantitatif yang memiliki satuan baik baku maupun
tidak baku.
Satuan pengukuran
terdiri dari satuan baku dan satuan tidak baku.Satuan baku adalah satuan yang
berlaku umum dan telah ditetapkan,disepakati dan dipakai diseluruh penjuru
dunia.Sedangkan satuan tidak baku adalah satuan yang hanya berlaku khusus
disuatu daerah tertentu.
Jenis-jenis alat ukur
meliputi : alat ukur panjang,massa,waktu,suhu,kuat arus,intensitas cahaya,dan
jumlah zat.
1.
Pengukuran Panjang
Alat
ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah sesuai dengan ukuran
benda. Sebagai contoh, untuk mengukur lebar buku kita gunakan pengaris, sedangkan
untuk mengukur lebar jalan raya lebih mudah menggunakan meteran kelos.
a.
Pengukuran Panjang dengan Mistar
Penggaris
atau mistar berbagai macam jenisnya, seperti penggaris yang berbentuk lurus,
berbentuk segitiga yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu,
dan penggaris berbentuk pita (meteran pita). Mistar mempunyai batas ukur sampai
1 meter,
sedangkan meteran pita dapat mengukur
panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm.
Gambar 1.Berbagai Alat Ukur Panjang
Posisi mata harus melihat tegak lurus
terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan
pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau
disebut dengan kesalahan paralaks.
Gambar 2. Pembacaan skala
b.
Pengukuran Panjang dengan Jangka
Sorong
Bagaimanakah mengukur
kedalaman suatu tutup pulpen? Untuk mengukur kedalaman tutup pulpen dapat kita
gunakan jangka sorong. Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai
batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong
juga dapat digunakan untuk mengukur diameter cincin dan diameter bagian dalam
sebuah pipa.
Bagian-bagian penting jangka sorong
yaitu :
1.
rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm
2.
rahang geser yang dilengkapi skala nonius.Skala tetap dan nonius mempunyai
selisih 1 mm.
Gambar 3. Bagian-bagian jangka
sorong
c.
Pengukuran Panjang dengan
Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup memiliki ketelitian
0,01 mm atau 0,001 cm.Mikrometer sekrup dapat digunakan untuk mengukur benda
yang mempunyai ukuran kecil dan tipis, seperti mengukur ketebalan plat,diameter
kawat, dan onderdil kendaraan yang berukuran kecil.Bagian-bagian dari mikrometer
adalah rahang putar, skala utama, skala putar, dan silinder bergerigi. Skala
terkecil dari skala utama bernilai 0,1 mm, sedangkan skala terkecil untuk skala
putar sebesar 0,01 mm. Berikut ini gambar bagian-bagian dari mikrometer.
Gambar 4. Bagian mikrometer sekrup
2.
Pengukuran Massa Benda
Pernahkah kamu pergi ke
pasar? Ketika di pasar kamu mungkin akan melihat berbagai macam alat ukur
timbangan seperti dacin, timbangan pasar, timbangan emas, bahkan mungkin
timbangan
atau neraca digital. Timbangan tersebut
digunakan untuk mengukur massa benda. Prinsip kerjanya adalah keseimbangan
kedua lengan,yaitu keseimbangan antara massa benda yang diukur dengan anak
timbangan yang digunakan. Dalam dunia pendidikan sering digunakan neraca
O’Hauss tiga lengan atau dua lengan.
Gambar 5.Beberapa Jenis Neraca
Bagian-bagian dari neraca O’Hauss tiga
lengan adalah sebagai berikut:
•
Lengan depan memiliki skala 0—10 g, dengan tiap skala bernilai 1 g.
•
Lengan tengah berskala mulai 0—500 g, tiap skala sebesar 100 g.
•
Lengan belakang dengan skala bernilai 10 sampai 100 g, tiap
skala
10 g.
d.
Alokasi Waktu :
2 x 40 menit
e.
Metode pembelajaran :
Mind maping dengan metode inquiri interaktif
f.
Media Pembelajaran :
Papan tulis putih,spidol warna warni,pengapus,alat ukur (mistar),proyektor,PPT
Interaktif.
g.
Sumber belajar :
BSE-IPA Terpadu Untuk SMP/MTS Kelas VII ,
h.
Langkah-langkah pembelajaran :
|
No
|
Kegiatan
|
Rincian Kegiatan
|
Sikap/Karakter
|
Alokasi Waktu
|
|
1.
|
Pendahuluan
|
ü Guru
mengucapkan salam pembuka “assalamu’alaikum wr.wb”
ü Guru
mengecek daftar hadir siswa,dan mendata jika ada siswa yang tidak hadir dan
datang terlambat
ü Guru
membuka pelajaran dengan memberikan motivasi belajar kepada siswa agar dalam
semester ini prestasinya dapat meningkat
|
Disiplin , tepat
waktu , jujur dan tanggung jawab
|
10 menit
|
|
2.
|
Inti
|
ü Guru
membuat membuat alur pikir berupa dengan menggunakan metode mind mapping
dipapan tulis dengan model inquiri melalui diskusi kelas
ü Guru
membuat pertanyaan definisi dari mengukur dan pengukuran
ü Melakukan
diskusi/tanya jawab berkaitan dengan pertanyaan yang disampaikan pada
kegiatan sebelumnya dengan
ü Guru
membantu siswa untuk mencari definisi dari pengukuran
ü Guru
membantu siswa untuk menemukan funsi pengukuran
ü Guru
membantu siswa untuk menyebutkan jenis-jenis alat ukur beserta alat yang
digunakan
ü Guru
memberikan informasi tentang satuan dalam
ü Guru
membantu siswa untuk menemukan contoh dari satuan baku dan tak baku
ü Guru
memberikan informasi tentang bagian-bagian dan fungsi jangka sorong
ü Guru
memberikan informasi tentang bagian-bagian dan fungsi mikrometer sekrup
ü Guru
memberikan informasi tentang bagian-bagian dari neraca ohaus
ü Guru
memberikan kesempatan kepada beberapa siswa kedepan kelas untuk menyebutkan
bagian dan fungsi jangka sorong.mikro meter sekrup,dan neraca ohaus
ü Guru
memberikan informasi penggunaan jangka sorong untuk pengukuran panjang benda
dengan simulasi
ü Guru
memberikan informasi penggunaan mikrometer sekrup untuk pengukuran panjang
benda dengan simulasi
ü Guru
memberikan informasi penggunaan neraca ohaus untuk pengukuran massa benda
dengan simulasi
ü Guru
memberikan tugas kepada siswa untuk persiapan praktikum penggunaan alat ukur
jangka sorong,mikro meter sekrup,dan neraca ohaus.
ü Guru
memberikan perintah kepada siswa untuk melakukan praktikum pengukuran
diameter luar dan diameter dalam tabung reaksi dengan jangka sorong
ü Guru
memberikan perintah kepada siswa untuk melakukan praktikum pengukuran
ketebalan kawat dan ketebalan kunci dengan menggunakan mikrometer sekrup
ü Guru
memberikan perintah kepada siswa untuk melakukan praktikum pengukuran massa
benda dengan neraca o’haus
|
Disiplin
, tepat waktu , jujur dan tanggung jawab
|
55 menit
|
|
3.
|
Penutup
|
ü Guru
memberikan tes hasil belajar hari ini berupa soal berupa rangkuman/refleksi
kembali mengenai materi yang dipelajari hari ini,untuk mengukur tingkat
pemahaman siswa pada materi kali ini
ü Guru
memberikan perintah untuk mempelajari materi yang akan dipelajari minggu
depan tentang pengukran massa jenis benda
ü Guru
menutup pelajaran dengan mengucapkan salam penutup “ wasalamu’alaikum wr.wb”
|
Disiplin
, tepat waktu , jujur dan tanggung jawab
|
15 menit
|
i.
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
-
Teknik : Diskusi kelas (Individu)
-
Bentuk : Pertanyaan
-
Instrumen : Tes dan Non Tes
Sikap (Afektif)
|
No
|
Sikap
Yang Ditanamkan
|
Penilaian
(Check List)
|
|
1.
|
Disiplin (tepat
waktu)
|
|
|
2.
|
Kebersihan dan
Kerapian
|
|
|
3.
|
Sopan santun
|
|
|
4.
|
Tanggung Jawab
|
|
|
5.
|
Terbuka,Kritis,Kreatif
|
|
|
6.
|
Inovatif dan Peduli
Lingkungan
|
|
Pengetahuan
Soal
:
1.Jelaskan :
a.Definisi
Pengukuran
b.Fungsi
Pengukuran
2.Jelaskan perbedaan satuan baku dan tidak baku
dalam pengukuran fisika !
3.Berikan 3 contoh alat ukur untuk mengukur panjang
!
4.Tuliskan bagian-bagian dari alat ukur :
a.Jangka
sorong c.Neraca
O’haus 3 lengan
b.Mikrometer
sekrup
5. Jelakan alasan mengapa pengukuran itu penting
dalam kehidupan sehari-hari ?
Kunci Jawaban :
1.
a. Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur
yang digunakan sebagai satuan.
b.Pengukuran berfungsi untuk memberikan
besaran pada objek yang diukur dengan hasil ukur berupa data kuantitatif yang
memiliki satuan baik baku maupun tidak baku.
2.
Satuan baku adalah
satuan yang berlaku umum dan telah ditetapkan,disepakati dan dipakai diseluruh
penjuru dunia.Sedangkan satuan tidak baku adalah satuan yang hanya berlaku
khusus disuatu daerah/wilayah tertentu saja.
3.
Mistar/penggaris,jangka sorong,mikrometer sekrup
4.
a. Rahang tetap , rahang geser , skala
nonius , sekrup penjepit , skala utama
b.Skala utama,rahang putar,skala
putar,silender bergerigi
c. Lengan depan memiliki skala 0—10 g, dengan tiap skala
bernilai 1 g.
Lengan tengah berskala mulai
0—500 g, tiap skala sebesar 100 g.
Lengan belakang dengan skala
bernilai 10 sampai 100 g, tiap skala 10 g.
5.
Karena dengan pengukuran kita bisa menentukan besaran dari benda yang ada
disekitar kita , jika tidak ada pengukuran maka kita tidak akan tahu seberapa
besar massa,dan panjang suatu benda.Untuk itu perlu dilakukan pengukuran.
J.
Pedoman Penskoran :
Keterampilan
LKS
(Lembar Kerja Siswa)
|
Mengetahui
Kepala Sekolah
(
)
|
|
Indralaya,
Guru Mata Pelajaran
(Depi Oktasari)
NIM : 06111011040
|






Sloty Casino - MapyRO
BalasHapusInformation and 남원 출장샵 Reviews 제주 출장안마 about Sloty Casino, including Real Time Gaming (RTG), 경기도 출장마사지 Deposit Methods, Games, Payouts and More. Rating: 4.4 · 4 사천 출장마사지 votes 순천 출장안마